Telephone Box – Berkomunikasi dengan Dia yang Sudah Tiada

Semua orang memiliki orang yang dia sayang namun sudah tiada. Mungkin teman dekat, kekasih, keluarga. Jika ingin mencoba berkomunikasi, mungkin permainan ini bisa dicoba.

Ingat masa kecil ketika bermain dengan telepon benang..? Seperti itulah kira-kira permainan ini.

Danger Level = Low

What you need =

  • Sebuah lemari baju gede yang muat buat kamu nyempil di dalamnya. Ini akan menjadi “phone booth” kamu.
  • Gelas kertas kayak yang dipake untuk pesta anak-anak. Ini akan menjadi gagang telepon kamu.
  • Kotak sepatu apa saja. Ini akan menjadi telepon untukmu.
  • Jarum dan benang, ini akan menjadi kabel teleponmu.
  • Gunting atau pisau untuk memotong benang.
  • Barang kesayangan kamu yang punya hubungan dengan orang yang ingin kamu telepon.
  • Kertas dan bolpen.

How to play =

  • Tunggu sampai malam hari ketika kamu mau tidur. Matikan semua alat elektronik yang kamu punya karena kamu harus konsentrasi penuh. Suasana juga harus sesunyi mungkin, jangan main ketika lagi badai besar atau hujan deras.
  • Jika semua syarat sudah terpenuhi, duduklah di depan meja. Letakkan kertas dan bolpen di depanmu. Tunggu sampai waktu yang tepat datang. Gimana cara tahu itu waktu yang tepat? Tunggu saja. Ketika waktu tersebut datang, kamu nggak akan bertanya-tanya lagi apakah waktunya tepat atau tidak.
  • Mulailah menulis. JANGAN MENGHAPUS ATAU MEMBETULKAN APAPUN YANG SUDAH KAMU TULIS. Walaupun acakadut atau banyak salah tulis, jangan dicoret. Percobaan pertamamu adalah percobaan terakhirmu. Jelaskan kepada seseorang yang sudah tiada ini mengapa ia perlu menelepon dirimu. Jujur saja dan keluarkan semua isi hati. Jangan berpikir terlalu banyak. Tulis saja sampai kamu puas.
  • Setelah selesai, ikat ujung benang ke benda kesayangan yang sudah kamu persiapkan. Dengan menggunakan jarum, ikat ujung benang yang satu lagi ke bagian bawah gelas kertas, kayak kalau kamu mau bikin mainan telepon zaman SD dulu.
  • Bacakan suratmu ke mulut gelas kertas dengan sepenuh hati, termasuk semua salah tulis yang kamu buat. Jangan ada yang terlewatkan satu huruf pun.
  • Letakkan benda kesayanganmu dan surat yang kamu tulis ke dalam kotak sepatu, kemudian letakkan kotak sepatu ini di lantai lemari baju tempatmu nyempil nanti. Tutup kotaknya, tapi biarkan benang keluar dari tutup kotak dan tersambung ke gelas kertas. Letakkan gelas secara terbalik di atas kotak sepatu dan gunting di sampingnya.
  • Kalau kamu melakukannya dengan benar, kamu tinggal menunggu telepon datang. Selama menunggu, selalulah tidur dengan lampu mati total, karena kalau teleponnya datang ketika lampu menyala, semuanya bisa batal.
  • Beberapa malam kemudian kamu akan bermimpi seseorang sedang mencoba meneleponmu dan kamu akan terbangun di tengah malam. Ini tanda telepon sudah datang.
  • Jangan nyalakan lampu atau bersuara, tapi pergilah ke lemari baju.

Tetaplah berhati-hati, jangan sampai rasa senangmu dihubungi seseorang yang kamu sayang dan sudah tiada membuatmu buta terhadap bahaya…

CHECK AND RECHECK!

Sebelum kamu masuk ke lemari baju dan meneruskan permainan, periksa tanda bahaya ini.

JIKA KOTAK SEPATU TERBUKA (kamu meninggalkannya tertutup) SEGERA BATALKAN RITUAL.

JIKA GELAS KERTAS BERPINDAH POSISI, BATALKAN RITUAL.

Untuk membatalkan ritual, cukup tarik benang sampai putus atau gunting, dan jangan pernah mendekatkan gelas kertas ke telingamu. Biarkan selama 3 bulan di lemari, kemudian bakar semuanya sampai habis.

Jika semua aman, permainan bisa dilanjutkan.


  • Duduklah di dalam lemari dan tutup pintunya. Tempelkan mulut gelas kertas ke telingamu. Jangan berbicara, bergerak, ataupun menyentuh kotak sepatu. Cuma gelas kertas satu-satunya benda yang boleh kamu pegang-pegang.
  • Dengarkan saja teleponnya. Jangan berbicara sepatah katapun walaupun kamu mungkin akan dirayu atau diancam.
  • Kalau merasa sudah cukup dan mau mengakhiri telepon, tekan kotak sepatu dengan satu tangan. Dengan tangan lainnya, tarik gelas kertas sampai benangnya putus. Kalau tidak bisa, potong dengan gunting.
  • Letakkan kotak sepatu selama 3 bulan di tempat aman. Bakar segera benang dan gelas kertas yang kamu pakai.

Ritual ini digunakan bagi orang yang kangen mendengar suara orang kesayangannya yang sudah tiada, namun tidak untuk berkomunikasi secara langsung. Kalau seminggu nggak ada telepon datang, nggak ada komunikasi, bagaimana? Berarti kamu salah melakukan ritualnya, atau orangnya nggak mau berkomunikasi denganmu. Coba lagi setelah sebulan, dan cobalah telepon orang lain.

Ada seorang Kaskuser yang mencoba melakukan ritual ini, dan ini field report yang diberikan:


Ane nyoba maen phone booth, malem-malem mumpung cuma ane sendiri yang di rumah, ane njalanin langkahnya tetapi terpaksa mbatalin karena nemuin tanda bahaya, kotak sepatu yang sebelumnya ketutup bener-bener kebuka sendiri tanpa ane buka sebelumnya, ane langsung ngikutin langkah ts buat mutusin benang, sampai sekarang kotak sepatu sama telepon kertasnya masih ane simpen dan ane taruh di tempat aman


Wah… serem ya! Kalau mau membaca langsung di Kaskus, bisa langsung klik di sini.

Bagaimana dengan kalian? Adakah orang yang ingin kalian telepon?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *