Synchronising Mirror – Memotret Wujud Asli si Penghuni Cermin

Secara definisi, cermin adalah benda yang memantulkan bayangan. Namun ada pula yang beranggapan refleksi di dalam cermin bukanlah bayangan orang yang berada di hadapannya, namun “sesuatu” yang menirukan gerakan orang tersebut dengan sempurna. Penghuni cermin ini berbeda-beda di setiap cermin. Simak ritual berikut ini untuk memotret wujud asli penghuni cermin milikmu.

Setiap cermin memiliki “sesuatu” yang berbeda-beda satu sama lain. Ini penyebab terkadang, terkadang, kita bisa merasa lain ketika bercermin dengan cermin yang tak biasa kita gunakan.


Danger Level = Medium

What you need =
  • Ruangan gelap tanpa jendela ukuran medium dengan hanya 1 lampu di dalamnya, kalau bisa sih, paling bagus ya kamar mandi.
  • Kaca ukuran medium. Idealnya sih, jarak dari kaca ke switch lampu nggak jauh-jauh, jarak yang kamu bisa neken saklar lampu sambil ngaca.
  • Seorang temen yang jago motret.
  • Kamera DSLR. Set shutter speed dengan kecepatan setinggi mungkin tanpa membuat hasil gambar terlalu gelap. Lebih baik kamu tes foto dulu sebelum bermain supaya nggak perlu ngulang-ngulang lagi nantinya.

How to play =
  • Masuki ruangan yang sudah kamu persiapkan sendirian. Suruh temen kamu menunggu di luar ruangan dengan kamera siap di tangan, setting sudah diatur, dan kamera dalam keadaan ready untuk ngejepret setiap saat.
  • Pastikan semua lampu di rumah mati, hanya lampu di ruangan ini saja yang menyala.
  • Pelototi bayangan kamu di cermin dalam jarak sekitar 15 cm. Kalau berasa enggak nyaman, coba mundur dulu 15 cm lagi. Pelototi terus sampai kamu merasa nggak aneh memelototi bayanganmu sendiri di cermin, kemudian kembali ke posisi semula. Lakukan sampai kamu bisa memelototi cermin hanya dalam jarak 15 cm.
  • Pelan-pelan, sambil masih memelototi cermin, julurkan tanganmu ke saklar lampu dan matikan lampu.
  • Minta temanmu masuk menghadap cermin dengan kamera siap memotret. Jangan sampai temenmu melihat cermin dengan mata telanjang, ya! Ingatkan dia hanya boleh melihat cermin dari viewfinder kamera.
  • Temenmu harus segera memotret cermin dalam waktu sepersekian detik begitu lampu menyala. Bersiaplah, kalau perlu kasih aba-aba, karena waktu kalian tidak banyak.
  • Sudah siap. Nyalakan lampu.
  • Ketika menyalakan lampu, kalian tidak boleh sampai melihat cermin. Ingat, temen kamu hanya boleh melihat cermin dari viewfinder kamera, ya! Begitu terpotret, SEGERA HANCURKAN CERMIN DENGAN CARA APA SAJA TANPA MEMANDANG LANGSUNG KE CERMIN. Tak penting siapa yang mecahin, pokoknya harus segera dihancurkan dan jangan melihat langsung.
  • Kabur dari ruangan tersebut secepat mungkin.
  • Nyalakan semua lampu di rumah. Setelah itu barulah kalian boleh melihat hasil foto yang kalian peroleh.

Mirror, mirror, on the wall, who’s the fairest of them all…?

DO’S AND DONT’S

JANGAN SAMPAI TEMENMU MELIHAT CERMIN DENGAN MATA TELANJANG! Peringatkan dia agar hanya melihat cermin dari viewfinder kamera.

JANGAN SAMPAI KALIAN MELIHAT LANGSUNG KE DALAM CERMIN SETELAH LAMPU DINYALAKAN KEMBALI! Alihkan pandangan ke tempat lain boleh, mau sambil pejem ngeraba-raba juga boleh, pokoknya jangan lihat langsung sampai cerminnya pecah.

JANGAN SAMPAI KAMU MELIHAT CERMIN KETIKA MENYALAKAN LAMPU. Mending alihkan pandanganmu dulu baru nyalain lampunya.


Seperti yang sudah ditulis di atas, orang percaya penghuni cermin berbeda-beda. Ini sebabnya kamu kadang merasa aneh kalau bercermin di cermin yang nggak biasa kamu pakai, atau di cermin kuno, atau di jam-jam tertentu. Nah, foto yang diambil sama temenmu tadi akan menunjukkan wujud asli si penghuni cermin. Kamu juga bisa memainkan ritual ini ke cermin-cermin lain kalau kamu penasaran, nggak ada batesan berapa kali kamu boleh melakukan ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *