The Sages of Four – Ritual Jelangkung ala Pagan

Kalau Indonesia punya Jelangkung, maka dunia Eropa Timur memiliki ritual Sages of Four, ritual pemanggilan roh ala Wicca. Eits, sebelum kalian semua siap-siap praktekin, saya ingin memberi peringatan terlebih dahulu bahwa ritual yang satu ini sangat tidak disarankan. Ritual ini berasal dari paganisme kuno yang bertujuan untuk membuka portal menuju alam gaib, dan bukan ritual untuk iseng-iseng semata.

Kalau tetap nekad ingin mencoba, harap diingat hal terpenting adalah kalian harus memberitahukan seseorang yang kalian percaya untuk dapat mengecek kondisi kalian di keesokan harinya, karena bisa saja ketika menjalankan ritual, kamu melakukan kesalahan yang bisa berakibat fatal.


Wicca, atau dikenal juga dengan nama Pagan Witchcraft, berakar dari Paganisme kuno. Aliran Wicca kini dikenal sebagai “paganisme modern”. Ritual Sages of Four ini merupakan ritual autentik untuk membuka portal alam gaib ke alam kita dan diadaptasi dari ritual sejenis dari paganisme kuno.

Danger Level = Very High

What you need =

  • Satu batang lilin berwarna hitam kelam.
  • Mangkuk yang biasa kamu pakai untuk makan.
  • Segenggam tanah atau pasir, lebih bagus kalau rumahmu ada halamannya dan tanahnya kamu ambil dari halaman.
  • Sebuah gelas yang biasa kamu pakai untuk minum.
  • Gelas atau wadah kaca yang ada tutupnya dan bisa ditutup rapat, pakai Lock & Lock airtight juga boleh.
  • Satu cermin besar.
  • Sebuah benda apa saja yang terbuat dari perak murni.
  • Kipas angin elektrik.
  • Sebotol air.
  • Penggaris.
  • Kursi (bukan buat kamu dudukin ya btw).
  • Sebuah buku apa aja yang isinya tulisan semua.
  • Kompas.
  • Jarum.

Preparation =

  • Sapkan satu kamar kosong khusus untuk melakukan ritual ini. Kamar ini harus benar-benar kosong tanpa furnitur sama sekali, dan memiliki paling enggak satu jendela.
  • Gunakan kompas untuk menentukan arah utama yang mau kamu gunakan untuk melakukan ritual ini. Setiap arah memiliki tingkat kesulitan berbeda-beda. Arah Utara adalah arah yang hasilnya kemungkinan paling optimistik dan dengan risiko paling rendah. Arah Timur cukup berbahaya, dan akan membuatmu justru tambah bertanya-tanya ketimbang sebelum kamu memulai ritual ini. Arah Barat dapat menyebabkan paranoia dan depresi. Arah Selatan? Mending enggak usah dicoba kecuali kamu suicidal, karena arah ini dapat mengakibatkan kematian atau kegilaan.
  • Taruh lilin hitam di tengah-tengah ruangan, menghadap ke utara. Lilin ini akan merepresentasikan api.
  • Taruh benda perak sejarak 41 cm di sebelah selatan lilin hitam. Perak ini akan merepresentasikan alam astral.
  • Taruh gelas minum sejarak 41 cm di sebelah selatan benda perak, dan isi dengan tanah / pasir yang sudah kamu siapkan. Tanah ini akan merepresentasikan bumi.
  • Taruh mangkuk sejarak 41 cm di sebelah barat benda perak, dan isilah dengan sebotor air.
  • Taruh wadah tertutup sejarak 41 cm di sebelah timur benda perak. Wadah ini akan merepresentasikan udara.
  • Kalau keempat point ini sudah dipasang, pilihlah arah ke mana kamu akan menghadap untuk melakukan ritual. Letakkan cermin di arah tersebut, menghadap ke wajahmu, dengan jarak 122 cm.
  • Taruh kursi di sebelah kirimu, dengan jarak 122 cm DARI BENDA RITUAL TERDEKAT. Kursi harus ditaruh terbalik, pastikan keempat kaki kursinya nggak ada yang menyentuh lantai!
  • Buku harus ditaruh di sebelah kananmu, dengan jarak 122 cm DARI BENDA RITUAL TERDEKAT, dan dibuka tepat di halaman 48. Letakkan buku menghadap ke bawah.
  • Kipas angin ditaruh di selatan kamu dengan jarak 122 cm DARI BENDA RITUAL TERDEKAT, dan dinyalakan.
  • Sudah selesai semua? Check and recheck, pastikan sekali lagi semua penempatan sudah benar.

Untuk menghindari kebingungan, karena rumit banget nih langkah-langkahnya, ini saya berikan ilustrasi contoh penempatan altar Sages of Four seperti apa, dengan pemilihan arah ritual ke UTARA. Kalau kalian ingin menghadap ke arah lain, silakan dimodif sendiri.

  • Kalau kamu sudah yakin, tinggalkan ruangan dengan kondisi lampu menyala dan pintu tertutup.
  • Pergilah tidur. Atur alarm jam 4 pagi. Handphone kamu mendingan sekalian di-charge ketika tidur, supaya ketika kamu bangun nanti dapat dipastikan batere-nya full. Kamu harus jatuh tertidur sebelum tengah malam.
  • Ketika kamu terbangun, kamu harus melakukan CHECK N’ RECHECK sebelum memulai ritual!

CHECK AND RECHECK!

JIKA KAMU TIDAK TERBANGUN TEPAT JAM 4 PAGI, BATALKAN RITUAL.

JIKA PINTU RUANGAN TERBUKA (kamu meninggalkannya tertutup) BATALKAN RITUAL.

JIKA KIPAS ANGIN MATI (kamu meninggalkannya menyala) BATALKAN RITUAL.

JIKA MANGKUK ATAU GELAS YANG KAMU TINGGALKAN TIBA-TIBA KOSONG, BATALKAN RITUAL.

JIKA LAMPU RUANGAN MATI (kamu meninggalkannya menyala) BATALKAN RITUAL.

JIKA POSISI BENDA-BENDA DI RUANGAN TERSEBUT ADA YANG BERGESER, BATALKAN RITUAL.

Untuk membatalkan ritual, pergilah dari rumah tersebut dan jangan kembali sampai matahari terbit. Jika sudah terbit, kamu harus kembali ke rumah dan hal pertama yang kamu harus lakukan adalah membereskan altar yang sudah kamu susun, dan kuburkan semua benda-benda tersebut di suatu tempat yang jauh dari rumahmu. Kemudian sucikan rumahmu dengan menaburkan campuran garam laut murni dan basil ke setiap sudut ruangan, serta melakukan kegiatan agama lainnya yang sekiranya perlu kamu lakukan.

Kalau semua berjalan lancar, kini saatnya memulai.


Tak seperti yang dipercaya kebanyakan orang, paganisme dan Wicca tak ada hubungannya dengan penyihir. Penganut Wicca tidak sibuk mengaduk ramuan di belanga besar dan menari telanjang di bawah bulan purnama. Wicca tak ada bedanya dengan kepercayaan lainnya seperti Sunda Wiwitan, Marapu, Islam, Kristen, Buddha, Hindu, dan agama atau kepercayaan lainnya di dunia ini.

How to play =

  • Masuklah ke ruangan. Kamu harus menutup pintu rapat-rapat dan mematikan lampu, baru boleh menyalakan lilin hitam. Hati-hatilah jangan menabrak benda-benda yang sudah kamu siapkan.
  • Kemudian, kamu harus melukai jarimu dengan jarum dan meneteskan setetes darahmu ke atas benda perak. Langkah inilah yang membuat ritual ini menjadi sangat berbahaya, nggak kayak jelangkung beneran, karena kamu sebenarnya sedang melakukan perjanjian darah dengan makhluk yang kamu panggil.
  • Berlututlah di lantai dengan telapak tangan menempel ke lantai, di antara kipas angin dan benda ritual terdekat, arah menghadap cermin. NAMUN KAMU TIDAK BOLEH MEMANDANG KE ARAH CERMIN! Pusatkan perhatianmu ke arah benda perak!
  • Makhluk apapun yang datang akan pergi ketika matahari terbit, kecuali jika kamu melakukan ritual ini mengarah ke Timur atau Barat. Kalau mengarah ke Selatan, saya bahkan tak dapat menjamin kamu masih akan hidup di pagi harinya.

JELANGKUNG MEMANGGIL ORANG MATI. SIAPA YANG DIPANGGIL OLEH RITUAL INI?

Mungkin kamu bertanya-tanya sekarang, kenapa sih ritual ini dibilang bahaya banget, nggak kayak jelangkung? Apa bedanya sama jelangkung coba? Kan sama-sama manggil roh orang mati. Jawabannya: SALAH!

Menurut hasil penelusuran yang saya lakukan, ritual Sages of Four ini sebenarnya bukan memanggil roh orang mati seperti jelangkung, namun memanggil suatu makhluk yang dalam bahasa Prancis disebut dengan égrégore. Nama modern “Grigori” berakar dari kata ini. Egregore ini adalah sebuah konsep dalam okultisme yang merepresentasikan sesosok makhluk yang bukan dewa, bukan pula arwah manusia. Dalam sejarahnya, kata egregore ini digunakan untuk menyebut ‘angelic beings’ atau ‘the most illustrious of the fallen angels’, makhluk-makhluk astral dalam kitab Henokh (salah satu bagian dari Apochrypha), atau dikenal dengan The Watchers.

Kalau kamu pernah membaca Alkitab, tentu pernah membaca Kejadian di mana menara Babel didirikan oleh seorang raja dunia bernama Nimrod, yang merupakan keturunan ‘raksasa’. Dalam bahasa Hebrew aslinya, Nimrod ini sebenarnya ditulis sebagai keturunan ‘angelic beings’ atau The Watchers ini. Kisah mereka dituliskan lebih detail dalam kitab Henokh dari kumpulan kitab Apocrypha. (silakan baca keterangan tentang Kitab Henok di link ini)

Loh, kok bahaya? Kan manggil malaikat? Perlu kalian ketahui, ‘angelic beings’ yang dimaksud di sini bukan seperti malaikat yang kalian tahu sekarang. Sejak di Alkitab pun, keberadaan malaikat tak pernah dituliskan sebagai sesosok makhluk yang unyu atau tampan, namun sebaliknya mereka selalu menebarkan ketakutan terhadap siapapun yang menemui mereka. Kitab Henokh menjelaskan tentang sejarah ‘jatuhnya kaum Watchers’ di mana malaikat-malaikat ini diutus untuk mengawasi manusia di bumi, namun mereka mulai menaksir wanita-wanita manusia ini dan menghamili mereka, yang mengakibatnya terlahirnya suku Nephilim.

Kalau kamu pernah baca Kejadian 6:1-4, “anak-anak Allah” yang ditulis di sana itulah para ‘angelic beings’ yang disebut sebagai kaum ‘Watchers’ ini oleh Henokh, dan disebut juga dengan sebutan egregore. Bandingkan gambaran malaikat sekarang dengan gambaran malaikat di bawah ini, yang dengan patuh mengikuti deskripsi Yehezkiel ketika beliau ditemui malaikat cherubim. Ironisnya, ‘face like a cherub’ kini menjadi idiom untuk menggambarkan betapa seseorang terlihat sangat cantik / tampan dan imut…


Dalam penglihatannya, Yehezkiel menggambarkan cherubim yang ia temui sebagai “menyerupai manusia, masing-masing memiliki 4 sayap dan 4 wajah, dengan kuku kaki seperti anak lembu dan kaki berkilap seperti tembaga”.


Dan jangan lupakan ‘fallen Watchers’ yang memunculkan kaum Nephilim… yang salah satu keturunannya adalah Goliath. Inilah makhluk-makhluk yang kemungkinan akan mengunjungi kalian kalau kalian nekad melakukan ritual Sages of Four ini. Jadi, jangan disamakan dengan jelangkung, ya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *