Opening the Door – Ritual Cermin untuk Pemula

Ritual cermin yang satu ini, sepanjang pengetahuan saya, hanya dimuat di satu website saja, dan merupakan ritual yang dimodifikasi oleh penulisnya dari ritual cermin yang sudah ada (walaupun tidak dijelaskan ritual cermin seperti apa yang menjadi dasar dari modifikasi ritual ini). Penulis tersebut juga menuliskan beberapa pengalamannya memainkan ritual cermin ini – ritual ini sendiri ditujukan untuk berpetualang semata, bukan untuk meminta sesuatu, mengutuk orang, atau mengundang roh-roh dari alam lain untuk datang. Penulis ritual ini juga mengklaim bahwa ritual ini bukan ritual yang berbahaya – tingkat bahayanya cenderung rendah dibandingkan dengan ritual sejenis, kamu tidak akan dihantui, ditarik ke neraka, atau risiko-risiko mengerikan lainnya yang umum terjadi kalau kamu bermain-main dengan dunia gaib.

Jika kamu penasaran dengan dunia gaib, iseng, atau suka adrenalin, tetapi mencari ritual yang mudah atau untuk pemula, kamu bisa mencoba ritual cermin yang satu ini.


Tujuan ritual cermin ini adalah untuk mengintip – melihat sekilas isi dunia di balik cermin. Lebih seperti permainan psikologi ketimbang ritual gaib, karena ritual cermin ini mengharuskan kamu memaksa otakmu masuk ke dalam kondisi trance agar lebih mudah berhubungan dengan dunia di balik cermin.

Danger Level = Low

What you need =

  • Sebuah ruangan gelap dengan hanya satu pintu. Jika ada jendela di ruangan ini, jendela tersebut harus ditutup korden warna gelap untuk menghalangi cahaya masuk. Alternatifnya, kamu bisa memainkan ritual ini di saat malam hari dan tidak ada cahaya bulan. Di luar ruangan ini, juga harus ada tempat yang cukup luas untuk menaruh cermin lain dan kamu berdiri di depan cermin tersebut.
  • Dua buah cermin berdiri, keduanya setinggi kira-kira separuh tinggimu lebih sedikit, dan cukup lebar.
  • Kursi untuk tempat kamu duduk.
  • Sebatang lilin warna apa saja. Untuk pemula, gunakan warna putih.
  • Sumber cahaya dengan kekuatan rendah untuk ditaruh di dalam ruangan gelap.

How to play =

  • Siapkan ruangan gelap yang akan digunakan. Kosongkan lantainya dari barang-barang yang berserakan, dan kosongkan area tengah ruangan dan area persis di depan pintu. Prinsipnya, ketika kamu membuka pintu dan melihat ke dalam, ruangan tersebut harus terlihat lapang. Pastikan juga ketika malam tiba, ruangan tersebut benar-benar gelap.
  • Kamu bisa memulai ritual cermin ini kapan saja, namun disarankan pada malam hari.
  • Taruh satu buah cermin yang sudah dipersiapkan di dalam ruangan gelap, menghadap ke pintu. Posisikan agar ketika kamu membuka pintu (tanpa perlu masuk ke dalam ruangan), kamu dapat melihat bayanganmu sendiri terpantul di dalam cermin dari ujung kaki sampai ujung kepala, dan kamu juga bisa melihat apa yang ada di belakangmu. Bayanganmu di dalam cermin tidak boleh terpotong, tapi juga tidak boleh terlalu kecil. Jika sudah mendapatkan posisi yang pas, tutup pintunya dan jangan buka lagi sampai bagian akhir ritual.
  • Kamu bisa menaruh sumber pencahayaan dengan kekuatan rendah di ruangan gelap tertutup sebelum menutup pintu kalau kamu khawatir kamu tidak bisa melihat cermin dengan jelas ketika membuka pintu. Kamu bisa menggunakan lilin, tetapi kamu harus berhati-hati dengan bahaya kebakaran karena ruangan ini akan ditutup rapat sampai bagian akhir ritual. Brand NiteCore punya senter NiteCore TIP2 yang tingkat terangnya bisa disetel sampai serendah 1 lumen (kamu bisa lihat seperti apa terangnya di link sini). Kalau kamu punya senter ini, taruh di lantai di depan cermin menghadap ke atas. Tes dulu supaya kamu yakin posisi cahayanya bisa membuatmu melihat permukaan cermin dengan cukup jelas ketika membuka pintu.
  • Di depan pintu (di luar ruangan), siapkan kursi. Posisikan kursi di depan pintu persis dan ketika kamu duduk, kamu membelakangi pintu tersebut.
  • Taruh cermin di depanmu. Kalau kurang tinggi, kamu bisa menaruh cermin di atas meja pendek atau kursi pendek. Kamu akan duduk di kursi sambil menatap bayanganmu di cermin ini tanpa bergerak, jadi pastikan cermin ini berada di posisi yang tepat.
  • Taruh lilin di depan cermin ini, bisa di lantai, bisa di meja, terserah. Yang penting dalam kegelapan, lilin ini harus memberimu penerangan yang cukup untuk memperhatikan bayanganmu yang terpantul di permukaan cermin. Kamu juga bisa menaruhnya di belakang cermin dan agak ke samping kalau khawatir nyala api lilin akan mengganggu konsentrasimu.

Diagram ini bisa membantumu mendapatkan gambaran penempatan cermin dan posisi dudukmu.

  • Sebelum kamu duduk, pastikan kamu sudah buang air kecil dan besar (supaya nggak kebelet di tengah ritual nanti), kamu sudah makan kenyang, cukup tidur, tidak dalam kondisi mabuk atau high, tidak menggunakan obat-obatan anti-depresan ataupun mengonsumsi segala jenis narkotika.
  • Jika kamu sudah siap, duduklah di kursi, membelakangi pintu ruangan gelap, dan menghadap ke cermin. Konsentrasikan seluruh pikiranmu ke bayanganmu di cermin. Kalau kamu tidak biasa duduk diam dan berkonsentrasi atau meditasi, mungkin ini akan susah. Bunyi tetesan air, metronome, atau detak jarum jam mungkin bisa membantu kamu berkonsentrasi.
  • Butuh waktu seperempat sampai satu jam untuk kamu mulai melihat atau merasakan sesuatu yang aneh. Gerakan tiba-tiba atau bayangan lewat di permukaan cermin, sentuhan di kulit, hembusan napas, atau suara lirih bisa terjadi. Abaikan saja dan tetap konsentrasi kepada bayanganmu di permukaan cermin.
  • Teruskan konsentrasi ini sampai kamu sudah benar-benar tidak tahan. Ketika ini terjadi, segera berdiri, berputar balik, dan buka pintu menuju ruangan gelap secepat mungkin. Kamu akan melihat sesuatu yang berbeda di permukaan cermin di dalam ruangan gelap.

Ritual Cermin: Portal Menuju Dunia Gaib atau Hanya Permainan Psikologi?

Menurut sains, dalam kegelapan dan keheningan, sebenarnya kamu sedang mengurangi stimuli otakmu secara paksa. Dalam kondisi seperti itu, otakmu akan terpaksa mencari stimuli lain – dan membuatmu melihat atau mendengar (atau bahkan menyentuh) sesuatu yang sebenarnya tidak ada, yang hanya terjadi dalam pikiranmu saja. Ini penyebab kebanyakan ritual cermin mengharuskan suasana hening dan gelap total agar bisa berhasil.


Ruangan yang gelap, suasana yang hening, dan rasa tidak enak akibat berkonsentrasi melihat bayanganmu sendiri di permukaan cermin akan membuat pikiranmu melihat atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Namun terlepas dari apakah ini hanya permainan pikiran semata atau memang benar-benar ada sesuatu di balik cermin, ritual ini tetap menarik untuk dicoba. Penulis asli ritual ini melaporkan melihat bayangan kota yang tak pernah ia lihat sebelumnya di permukaan cermin, atau bayangan dirinya sendiri namun terlihat begitu kumuh, pucat, dan menyeringai menyeramkan, atau bahkan sesosok makhluk bersisik duduk di atas cermin yang terletak di luar ruangan.

Mengakhiri ritual ini cukup mudah, cukup tutup pintunya, dan nyalakan lampu di koridor. Tunggu sampai pagi baru bereskan perlengkapan ritual. Apakah kamu berani mencoba?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *