Hyakumonogatari Kaidankai – Permainan Horor Jepang Legendaris

Hyakumonogatari Kaidankai – atau disebut juga sebagai “A Gathering of 100 Tales” – adalah permainan unik dalam legenda horor Jepang dengan sejarah panjang. Sumber tertulis paling awal yang menuliskan tentang tatacara permainan ini berasal dari tahun 1660 – nyaris 400 tahun yang lalu. Pada awalnya, permainan horor Jepang ini digunakan sebagai ritual uji nyali untuk para samurai Jepang di kala itu – namun seiring waktu, ritual ini berkembang menjadi permainan populer untuk kalangan menengah ke atas dalam melewatkan malam-malam musim panas yang panjang.

Permainan horor Jepang ini terutama paling sering dimainkan di malam-malam menjelang Festival O-bon (festival di mana pintu neraka dipercaya akan terbuka dan roh-roh leluhur akan kembali ke rumah mereka masing-masing, dan hantu-hantu kelaparan berkeliaran mencari makanan).


Lukisan ini menggambarkan keluarga Jepang di masa Edo membakar api Obon. Sebuah altar untuk leluhur ada di belakang mereka, dengan kuda dan lembu kertas. Kuda dipercaya akan mengantar roh leluhur datang dari neraka menuju ke rumah secepat angin – namun lembu yang berjalan lebih pelan akan mengantar roh leluhur pulang dengan perlahan. Mirip dengan Hungry Ghost Festival di kalangan keturunan Tionghoa, Festival Obon ini masih diselenggarakan dengan meriah sampai sekarang.

Inti ritual ini cukup simpel. Pada dasarnya, 100 lilin (atau lentera Jepang) akan dinyalakan ketika matahari terbenam. Semua peserta akan duduk berkumpul di satu ruangan dan menceritakan kisah-kisah horor, misterius, atau mengerikan (nggak perlu melulu harus berhubungan dengan supranatural). Di akhir setiap cerita, sebatang lilin harus dipadamkan. Ketika lilin terakhir padam, portal menuju dimensi gaib akan terbuka.

Karena sejarahnya yang panjang, permainan horor Jepang ini dikenal memiliki banyak variasi tatacara, mulai dari yang paling otentik alias ribet, sampai yang paling simpel. Perlu diingat juga bahwa permainan ini bertujuan untuk membuka portal menuju dimensi gaib, namun tidak memberitahukan cara menutup portal tersebut ketika permainan usai.


Danger Level = High

What you need =

  • Sebanyak mungkin peserta, bisa sesedikit seorang diri saja, bisa sebanyak 100 orang. Perlu diingat kalian harus memberikan 100 cerita berbeda, sehingga semakin banyak orang yang mau ikut semakin bagus. Siapkan beberapa cerita cadangan juga, kalau-kalau ada yang ceritanya samaan.
  • Minimal dua ruangan berbeda, lebih bagus kalau bisa 3 dan posisinya membentuk huruf L, dan kalau bisa yang berhubungan satu sama lain, atau kalau nggak bisa, berada di satu lantai. Paling bagus kalau kamu punya tatami room (ruangan ala Jepang dengan pintu geser dan alas tatami). Salah satu ruangan ini harus cukup besar dan muat untuk kalian semua berkumpul. Jika kamu mau mengikuti tradisi modern yang lebih simpel, siapkan satu ruangan besar dengan meja besar di tengah ruangan dan cukup area untuk kalian semua duduk mengelilingi meja tersebut.
  • Satu buah cermin meja kecil, beserta meja dan kursi untuk menaruh cermin tersebut.
  • 100 buah lilin. Pastikan lilin ini bisa bertahan lama. Ingat, kamu akan menceritakan 100 cerita. Jika seorang menghabiskan 3 menit saja untuk bercerita, berarti kalian akan bermain selama minimal 300 menit atau 5 jam! Jika ingin mengikuti tradisi asli, kamu bisa menggunakan 100 andon atau lentera Jepang. Pastikan andon yang kamu gunakan menggunakan kertas berwarna biru, bukan putih!

Ruangan tatami ala Jepang. Biasanya beberapa ruangan tatami disambungkan dengan pintu geser yang bisa dibuka – tutup untuk menggabungkan beberapa ruangan menjadi satu ruangan besar. Walaupun umum di Jepang, dalam legenda horor Jepang ruangan ini juga dikenal menakutkan. Banyak fantasi horor Jepang menggambarkan pintu geser ruangan tatami yang terbuka perlahan-lahan dengan sosok mengerikan mengintip dari baliknya. Celah pintu geser yang terbuka sedikit juga dianggap menakutkan bagi orang Jepang.

Preparation

  • Taruh 100 lilin atau lentera Jepang yang sudah kamu siapkan di ruangan paling jauh dari ruangan tempat kalian akan berkumpul. Kalau kamu hanya menggunakan satu ruangan saja, taruh lilin tersebut di atas meja.
  • Taruh cermin kecil di atas meja, dan letakkan di ruangan yang sama dengan tempat kamu menaruh lilin. Jika kamu hanya menggunakan satu ruangan saja, taruh cermin ini di tengah-tengah meja, dikelilingi oleh lilin.
  • Matikan semua peralatan elektronik di rumah, tak hanya AC, kipas angin, lampu, dan sebagainya, tetapi juga komputer, handphone, dan tablet yang kalian punya. Tutup semua jendela dan jangan biarkan ada secercah cahaya pun yang masuk dari luar.
  • Singkirkan semua benda berbahaya dari ruangan-ruangan tersebut. Pisau, racun (pembasmi serangga), stun gun, senjata api, pepper spray, dan lain-lain yang berpotensi melukai makhluk hidup harus disingkirkan. Ketika para pemain memasuki ruangan ini, para pemain juga harus meninggalkan semua senjata yang mereka bawa seperti pepper spray atau pisau lipat di luar ruangan. Tradisi ini berasal dari kebiasaan para samurai yang akan meninggalkan pedang mereka di depan pintu ruangan ketika bermain Hyakumonogatari Kaidankai.
  • Siapkan 100 cerita. Kalau mau ribet, untuk menghindari ada cerita yang sama, kalian bisa berdiskusi dulu atau mengumpulkan arsip cerita yang kalian punya dan memastikan semuanya berbeda. Di Jepang sendiri, di abad ke-19 ketika permainan Hyakumonogatari Kaidan ini sedang populer, banyak penerbit yang menerbitkan buku seperti “100 Kisah Misterius” yang ditujukan untuk diceritakan ketika memainkan permainan horor Jepang ini. Kalian bisa melakukan hal yang sama kalau mau.

Andon, atau lentera Jepang, secara tradisional merupakan sumber cahaya yang harus dimatikan ketika memainkan Hyakumonogatari Kaidan dari tahun 1660-an. Seiring berjalannya waktu, andon digantikan dengan lilin yang lebih mudah didapat dan dimatikan.

How to play =

  • Ketika hari sudah gelap, semua permain harus berkumpul di ruangan yang sudah disediakan. Jika ingin mengikuti tradisi asli, kalian semua bisa mengenakan pakaian berwarna biru tua ketika bermain. Duduklah melingkar.
  • Nyalakan semua lilin atau andon yang sudah kalian siapkan. Pastikan sekali lagi jumlahnya tepat 100, tidak kurang dan tidak lebih! Ritual tidak akan berhasil kalau jumlah lilinnya tidak sesuai.
  • Mulailah bercerita. Semua orang harus bergiliran bercerita, bisa mengikuti arah jarum jam atau melawan arah jarum jam. Setiap satu cerita selesai, si pencerita tersebut harus pergi menuju ruangan tempat lilin berada, mematikan sebatang lilin, dan berkaca di cermin di atas meja. Lakukan hal yang sama kalaupun kalian hanya menggunakan satu ruangan. Jika kalian menggunakan ruangan yang berbeda, kalian boleh mengobrol sejenak ketika salah satu peserta sedang mematikan lilin di ruangan lain tersebut atau tetap melanjutkan cerita dari peserta berikutnya.
  • Ketika kisah ke-100 selesai diceritakan, semua peserta harus mengikuti si pencerita menuju ruangan lilin. Berlututlah di lantai di depan cermin. Pencerita harus mematikan lilin. Ketika ini terjadi, semua peserta harus melihat ke cermin di atas meja. Sesuatu akan muncul di situ, atau sesuatu akan terjadi. PERINGATAN: SESUATU YANG AKAN MUNCUL ATAU TERJADI INI TIDAK DIBERITAHUKAN SEPERTI APA WUJUDNYA. Setiap ritual berbeda-beda, dan beberapa sumber mengatakan bahwa kejadian aneh akan terus berlanjut selama 30 hari setelah permainan horor Jepang ini berhasil dijalankan.
  • Jika kamu tidak mau mengundang sesuatu atau tak ingin portal terbuka, cukup berhenti sampai cerita ke-99, dan diamlah di ruangan tersebut sampai matahari terbit sambil mengobrol apapun yang kalian mau asalkan bukan cerita horor. Cerita horor akan dihitung sebagai cerita ke-100 dan menyelesaikan ritual ini tanpa kalian sadari.

Lukisan ini menggambarkan seorang samurai peserta Hyakumonogatari Kaidan ditemui oleh sosok yokai atau siluman yang terpanggil oleh kesuksesan ritual horor Jepang tersebut.

Dengan waktu permainan yang cukup panjang dan persiapan (beserta syarat) yang cukup ribet, permainan ini sudah jarang dilakukan di zaman modern. Namun, jika kamu masih ingin bermain Hyakumonogatari Kaidan walaupun sendirian, ada satu versi permainan ini yang didesain untuk satu orang peserta saja, walaupun tingkat keberhasilannya pun dipertanyakan.

HYAKUMONOGATARI KAIDANKAI UNTUK SATU ORANG =

  • Siapkan sebuah ruangan gelap dengan meja di tengah ruangan. Siapkan juga 10 lilin dan sebuah cermin. Taruh cermin di tengah-tengah meja dan lilin mengelilingi cermin.
  • Pemain tunggal ini harus menyiapkan 10 cerita supranatural dan menceritakannya sendirian di ruangan kosong tersebut. Matikan lilin setiap selesai bercerita sampai ke-10 lilin tersebut sudah padam.
  • Ketika lilin terakhir padam dan kamar menjadi gelap gulita, berlututlah di depan meja dan lihat ke pantulan cermin. Jika ritual berhasil, portal akan terbuka dan sesuatu akan muncul di sana.

Lentera ini dikenal dengan nama “Lentera Oiwa”, dari sosok Oiwa, tokoh kisah Yotsuya Kaidan, seorang wanita yang menikah dengan samurai jahat bernama Iemon. Kebrutalan sang suami membuat Oiwa rusak wajahnya menjadi buruk rupa, dan Iemon kemudian membunuh Oiwa serta membuang mayatnya ke sungai. Hantu Oiwa menghantui sang suami sampai gila. Dalam berbagai lukisan, wajah Oiwa paling sering digambarkan muncul di permukaan lentera yang dipegang Iemon.

Pingin nyoba main ritual serem, tapi takut kalo sendirian? Jangan khawatir! Klik link ini untuk mengecek arsip permainan dan ritual horor yang bisa kamu mainkan beramai-ramai, dan selamat mimpi buruk!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *