Teleport Way – Cara Berpindah Tempat Secara Instant

Teleport, atau berpindah tempat dalam sekejap, adalah salah satu sajian utama dalam film-film science fiction yang sering kita tonton, atau dalam film-film bertema penyihir seperti Harry Potter yang terkenal itu. Para ahli dan ilmuwan sudah sejak lama mencoba meneliti dan mengusahakan bagaimana caranya teleportasi bisa terjadi, namun hingga kini, secara sains, teleport masih mustahil dilakukan.

Nah, di sebuah ritual yang saya temukan ini, penulis ritual ini mengklaim jika kamu bisa melakukannya dengan benar, kamu akan bisa melakukan teleport – walaupun tidak bisa terlalu jauh, dan persyaratannya cukup rumit. Saya pribadi tidak pernah mencobanya, jadi saya tidak tahu apakah ini benar atau tidak, namun jika tertarik, kamu bisa mencobanya bersama teman-teman atau saudara dekatmu, tentu dengan risiko ditanggung sendiri.


Teleportasi pada dasarnya adalah proses pentransferan energi dari satu titik ke titik yang lain tanpa melalui ruang fisik di antara kedua titik tersebut. Di dalam dunia sains, teleport hingga kini belum berhasil dilakukan dan para ilmuwan mengakui sampai sekarang tak ada mekanisme yang bisa memungkinkan dilakukannya teleport. Namun jika bicara metafisik, tentu berbeda cerita. Nusantara sendiri sejak dahulu kala sudah mengenal Ajian Sapu Angin, ilmu yang mirip dengan konsep teleport ini, yang konon katanya bisa membuat tubuh pengilmunya selincah kijang dan loncatannya seringan angin.

Danger Level = High

What you need =

  • Air yang cukup banyak. Usahakan kamu menggunakan air yang cukup steril dan bersih, seperti air minum. Kalau bisa mendapatkannya, air terbaik adalah air yang diambil dari sumber air di gunung.
  • Wadah air, lebih baik kalau bisa terbuat dari perak, tapi kalau tidak punya (dan ember perak harganya gila mahalnya), bisa menggunakan ember kayu, atau plastik walaupun tingkat keberhasilannya akan menurun.
  • Darah yang cukup banyak. Kamu harus menggunakan darah dari keluargamu, orang yang memiliki hubungan darah dekat denganmu. Bisa keluarga inti, atau sepupu. Mau dari satu orang, mau dari banyak orang, nggak masalah. Namun disarankan kamu mengumpulkan dari beberapa orang. Darah ini harus kamu peroleh secara sukarela! Kalau tidak sukarela, darah tersebut bisa jadi malah mengandung energi negatif yang bisa mempengaruhi jalannya ritual nanti.
  • Wadah untuk menampung darah yang sudah kamu kumpulkan, kira-kira satu botol kecil lah. Kalau bisa mendapatkan botol berbahan perak, lebih bagus lagi.
  • Beberapa sepupu atau saudara yang akrab denganmu.

Benda perak sejak dahulu terkenal tak hanya untuk mendeteksi energi, namun juga mengumpulkan energi di dalam partikel-partikelnya. Permasalahannya adalah, benda perak tak pandang bulu dalam pengumpulannya. Energi baik maupun buruk semuanya akan diserap tanpa pilih-pilih.

How to play =

  • Pilih sebuah tempat di alam terbuka dekat rumahmu yang cukup sepi dan kamu yakin kamu tidak akan diganggu orang. Kalau ada tempat yang cukup lapang di sekitar danau atau sungai yang masih bersih, lebih bagus lagi.
  • Kumpulkan semua peserta. Pilih seorang di antara kalian untuk menjadi pemimpin, idealnya seseorang yang memiliki hubungan akrab dengan semua peserta yang ada di sana. Kalau kamu yang mengumpulkan semua peserta dan bahan-bahan, bisa juga kamu yang menjadi pemimpin. Idealnya pemimpin ini harus berpikiran paling terbuka, imaginatif, dan paling yakin akan tingkat kesuksesan ritual ini. Pikiran yang ragu-ragu akan lebih banyak mengakibatkan kegagalan ketimbang keberhasilan. Pemimpin ini akan membawa seluruh peserta untuk melakukan teleportasi, dan dalam proses teleport ini, kalian akan dibawa ke sebuah dimensi yang berbahaya, dan jika pemimpin yang terpilih ragu-ragu, atau sifatnya jelek, dimensi tersebut tidak akan ramah dengan kalian dan bisa-bisa kalian enggak bisa balik ke dunia nyata.
  • Isilah ember dengan air. Kemudian kalian bisa berdiri atau duduk melingkar mengelilingi ember, dan celupkan kaki kalian semua ke dalam ember tersebut. Ingat, pilihlah ember yang ukurannya cukup besar dan air cukup banyak supaya semua kaki kalian muat masuk ke dalamnya!
  • Ambil darah yang sudah disiapkan, kemudian kalian juga harus mengambil sedikit darah dari kalian semua dan dicampurkan ke darah yang sudah disiapkan tersebut. Kocok sampai merata kalau perlu, karena ini penting untuk melakukan teleport dengan sukses.
  • Berikan darah tersebut kepada pemimpin yang sudah dipilih. Pemimpin harus meletakkan wadah darah tersebut di tangan dominan mereka (kalau normal, di tangan kanan, kalau kidal, di tangan kiri) dan gunakan tangan satunya untuk menutupi wadah tersebut.
  • Sebelum memulai teleport, masing-masing dari kalian harus berdoa meminta keselamatan terlebih dahulu, menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Kalau kebetulan semuanya agamanya sama, bisa juga minta seorang di antara kalian untuk memimpin doa.
  • Semua peserta harus menutup mata. Pemimpin harus membayangkan tempat yang akan kalian tuju dengan teleport ini. Usahakan tempat tersebut adalah tempat yang sudah pernah kalian datangi sebelumnya, familiar dengan pemimpin, dan berjarak tidak lebih dari 1 KM dari tempat kalian berada. Jika kalian sudah sukses di percobaan pertama, di percobaan teleport selanjutnya kalian bisa mencoba teleport ke tempat yang lebih jauh.

Dalam proses teleport, tubuh akan melalui proses dematerialisasi di mana tubuh kasar akan berubah menjadi partikel energi. Proses ini sangat susah dan rawan bahaya. Setelah semua energi berhasil dituntun menuju titik tujuan, barusan proses materialisasi akan dimulai, mengembalikan energi tersebut menjadi tubuh kasar.

  • Pemimpin di tahap ini harus memfokuskan semua pikiran ke tempat yang ingin didatangi. Jika berhasil, pemimpin akan merasakan apakah kalian sudah berpindah tempat atau belum. Teleport ini juga bukan instant, biasanya butuh beberapa detik sampai menit. Semua peserta harus menutup mata sampai kalian berhasil teleport, dan pemimpin harus memberi aba-aba jika ia merasa teleport sudah selesai dan berhasil. Membuka mata di saat proses dematerialisasi belum selesai akan sangat berbahaya.
  • Semua peserta juga harus memfokuskan pikiran mereka ke tempat tujuan, dan jangan bergerak sampai kalian berhasil. Jika tidak, sesuatu yang berbahaya akan menimpa kalian. Contohnya, jika salah satu dari kalian, di tengah proses dematerialisasi, tiba-tiba menerima telepon dan mencoba menggerakkan tangan untuk mengangkatnya, bisa saja ia kehilangan tangan tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *