Memanggil The Raven Man untuk Mendapatkan Jawaban Tiga Pertanyaan

Burung gagak sejak dahulu kala dianggap sebagai pembawa kesialan, bahkan di beberapa mitos, kedatangan burung gagak menandakan salah satu di rumah tersebut akan mati. Namun burung gagak juga terkenal akan kepandaian dan kebijaksanaannya. Salah satu mitos paling terkenal tentang burung gagak adalah ‘three-legged crows’, burung gagak berkaki tiga yang berasal dari mitos China, dan merepresentasikan matahari. Dengan sejarah burung gagak yang seperti ini, tak heran ritual ‘The Raven Man’ ini, yang memanggil si manusia burung gagak, ditengarai sebagai ritual yang berbahaya, namun jika berhasil, ‘The Raven Man’ akan menjawab tiga pertanyaan yang kamu punya dengan sebenar-benarnya.


Gagak, dalam berbagai kebudayaan, diasosiasikan dengan kematian, karena warna bulunya yang hitam kelam dan kebiasaannya memangsa bangkai. Dalam bahasa Inggris, rambut hitam kelam yang indah disebut ‘raven-black hair’.

Danger Level = Very High

What you need =

  • Minimal orang peserta. Satunya harus wanita muda yang masih perawan, yang akan kita sebut sebagai “Persembahan”. Tenanglah, nggak akan ada persembahan manusia beneran di sini, walaupun bisa berubah kalau kamu melakukan kesalahan atau melanggar peraturan ritual. Satu lagi harus pria, yang akan kita sebut sebagai “Pemantra”. Sisanya terserah siapa aja dan berapa saja tapi minimal satu, yang akan kita sebut sebagai “Saksi”.
  • Sebuah ruangan yang gelap dan sunyi, di rumah yang berada di lokasi jauh dari keramaian atau perkotaan, kalau bisa di daerah pedesaan yang sepi dan masih banyak hutan, untuk meminimalisasi cahaya dan suara dari luar.
  • Sebuah lilin yang bisa menyala cukup lama, warna putih dan korek api untuk menyalakan. Satu dipegang “Pemantra”, dan satu lagi dipegang “Persembahan”.
  • Batu-batu besar yang cukup untuk membentuk lingkaran besar. Lingkaran ini ukurannya harus cukup untuk menempatkan lilin serta “Persembahan” dan “Pemantra” berdiri di dalamnya.
  • Pisau atau cutter yang tajam dan bersih.
  • Sehelai kain atau kertas warna putih, kecil saja.
  • Tiga pertanyaan yang sangat ingin kalian ketahui jawabannya dan penting bagi kalian. Ritual ini hanya bisa dilakukan satu kali seumur hidup, jadi pastikan pertanyaan kalian sepadan dengan bahayanya.

How to play =

  • Mulailah melakukan ritual ini di sebuah malam yang gelap, berawan, dan bulan tidak kelihatan.
  • Persiapkan ruangan yang akan dipakai untuk melakukan ritual. Jika ada jendela, tutupi dengan gorden warna gelap. Singkirkan semua orang yang bukan peserta ritual dari rumah, termasuk hewan peliharaan. Matikan semua lampu yang ada di dalam rumah. Kosongkan ruangan di bagian tengah.
  • Buatlah lingkaran di tengah ruangan dengan batu. Pastikan lingkaran ini tidak terputus sama sekali, yang berarti setiap batu harus saling bersentuhan dengan batu lain di kanan kirinya. Ini penting untuk memastikan ‘Raven Man’ tidak akan bisa keluar dari lingkaran tersebut.
  • “Persembahan” dan “Pemantra” harus berdiri di dalam lingkaran batu PERSIS DI SAMPING BATU-BATU TERSEBUT, dan semua “Saksi” berdiri di luarnya. “Pemantra” harus membawa benda tajam dan lilin yang sudah dipersiapkan, sedangkan “Persembahan” harus membawa kain atau kertas putih. Di tahap ini, JANGAN ADA KONTAK FISIK SESEDIKIT APAPUN ANTARA “PERSEMBAHAN” DAN “PEMANTRA” SAMPAI RITUAL SELESAI!
  • Nyalakan lilin, kemudian taruh di tengah-tengah lingkaran batu.
  • “Persembahan” dan “Pemantra” kini harus menghampiri lilin dan berdiri berhadap-hadapan, dengan posisi lilin di tengah-tengah. Dengan pisau atau cutter tajam, “Pemantra” harus melukai “Persembahan” di mana saja (paling aman sih di jari) sampai darah menetes ke atas kain atau kertas putih yang dipegang oleh “Persembahan”. Kemudian, “Persembahan” harus menyerahkan kain atau kertas bernoda darah tersebut kepada “Pemantra”. Setelah ini, “Persembahan” harus kembali berdiri di sisi dalam dekat batu. HATI-HATILAH JANGAN ADA KONTAK FISIK SESEDIKIT APAPUN ANTARA “PERSEMBAHAN” DAN “PEMANTRA” DI TAHAP INI!
  • “Pemantra” harus membakar kertas atau kain tersebut di atas api lilin. Setelah ini, semua peserta harus menutup mata. JANGAN PERNAH MEMBUKA MATA SAMPAI RITUAL SELESAI!
  • “Pemantra”, dengan mata masih tertutup, harus mengucapkan, “We summon you, Raven Man, to grace us with your supreme presence, we come to bid you offering of this virgin girl, to take as your own, and use as you please. Show your form to me, so that I may present this gift.” Ucapkan mantra ini berulang-ulang sampai situasi benar-benar sunyi bahkan tak ada suara hewan lagi di luar.
  • Jika suasana sudah sunyi, “Pemantra”, dan hanya dia saja, boleh membuka mata, mematikan api lilin, dan kembali berdiri di sisi dalam dekat batu. HANYA “PEMANTRA” SAJA YANG BOLEH MEMBUKA MATA! PESERTA LAIN TERMASUK “PERSEMBAHAN” HARUS TETAP MENUTUP MATA SAMPAI RITUAL SELESAI.
  • Jika berhasil, sosok ‘Raven Man’ akan muncul di tengah-tengah lingkaran, kadang bisa terlihat jelas, namun seringkali hanya keberadaannya saja yang terasa. “Pemantra” harus bertanya apakah ‘Raven Man’ bersedia menjawab tiga pertanyaan yang kalian punya. Jika ‘Raven Man’ menolak, segera akhiri ritual. Jika ia setuju, “Pemantra” bisa membacakan satu persatu tiga pertanyaan tersebut, dan ‘Raven Man’ akan menjawabnya.

Mengorbankan gadis muda perawan dan ritual persembahan manusia sudah ada sejak zaman dahulu kala. Mumi di atas dikenal dengan nama La Doncella, mumi seorang gadis usia 15-an tahun yang dikorbankan di Inca kuno dengan cara dibiarkan mati kedinginan dalam sebuah gua es.

How to end =

Jika pertanyaan terakhir sudah terjawab atau ‘Raven Man’ menolak menjawab tiga pertanyaan kalian, segera akhiri ritual dengan cara berikut:

  • Semua peserta harus serempak membuka mata (kalian bisa janjian dulu dengan sinyal yang sudah disepakati dan akan diberikan “Pemantra”, seperti suara ketukan atau kata tertentu supaya bisa barengan) dan berteriak, “Leave us, Raven Man!”
  • “Persembahan” harus segera menyalakan kembali lilin yang sudah dimatikan SECEPAT MUNGKIN.
  • Jika “Persembahan” gagal menyalakan kembali lilin tersebut, bersiaplah… karena ‘Raven Man’ akan mengingat mantra yang diucapkan untuk memanggilnya, dan mengambil “Persembahan” yang sudah disiapkan untuknya.

RITUAL ‘THE RAVEN MAN’ VERSI SATU PESERTA

Mungkin kalian bakalan mikir, “Hih serem amat” atau “Apaan kok sexist bener nih ritual mesti pake perawan buat persembahan segala?”

Jika kalian berpikir seperti ini tapi masih ingin mencoba ritual ini, saya menemukan versi ‘The Raven Man’ yang bisa dipanggil hanya dengan satu peserta (dan terserah siapa), namun tingkat keberhasilan versi yang ini lebih rendah dan kamu hanya bisa membuat satu pertanyaan (atau permintaan). Sebagai gantinya, ritual versi sendirian ini tidak seribet versi aslinya, dan tingkat bahayanya juga turun drastis.


What you need =

  • Sebuah ruangan yang gelap dan sunyi, di rumah yang berada di lokasi jauh dari keramaian atau perkotaan, kalau bisa di daerah pedesaan yang sepi dan masih banyak hutan, untuk meminimalisasi cahaya dan suara dari luar.
  • Garam sebanyak-banyaknya.
  • Lima batang lilin.
  • Pisau atau cutter yang tajam dan bersih.
  • Sesuatu untuk mematikan lilin dengan cepat.
  • Sebuah benda kesayanganmu yang punya arti penting untukmu. Benda ini akan menjadi “Power Object” untukmu, dan berfungsi sebagai penolak bala dari bahaya ‘The Raven Man’ jika ia ingin melakukan sesuatu terhadapmu. Kalau bisa benda ini benda kecil yang bisa kamu kenakan atau tempelkan ke badan atau pakaianmu, dan harus kamu kenakan ketika kamu mau memulai ritual sampai selesai.

Dalam banyak budaya pagan, gagak diasosiasikan dengan kebijaksanaan dan pandangan yang luas. Gagak dipercaya dapat memandu roh-roh yang tersesat, atau sebagai jembatan antara dunia roh dengan dunia manusia. Dalam mitologi Swedia, gagak bahkan dianggap merepresentasikan roh-roh mereka yang meninggal tanpa mendapatkan penguburan yang layak.

How to play =

  • Mulailah melakukan ritual ini di sebuah malam yang gelap, berawan, dan bulan tidak kelihatan.
  • Persiapkan ruangan yang akan dipakai untuk melakukan ritual. Jika ada jendela, tutupi dengan gorden warna gelap. Singkirkan semua orang yang bukan peserta ritual dari rumah, termasuk hewan peliharaan. Matikan semua lampu yang ada di dalam rumah. Kosongkan ruangan di bagian tengah.
  • Buatlah lingkaran garam yang agak besar. Pastikan lingkaran ini merata dan tidak ada setitikpun celah yang terputus. JANGAN PERNAH MEMASUKI LINGKARAN GARAM INI!
  • Jejerkan kelima batang lilin di depanmu.
  • Nyalakan lilin pertama, sambil mengucapkan, “On this dark night…”
  • Nyalakan lilin kedua, sambil mengucapkan, “…I call the Raven Man…”
  • Nyalakan lilin ketiga, sambil mengucapkan, “…appear before me here and now…”
  • Nyalakan lilin keempat, sambil mengucapkan, “…and do my will.”
  • Dengan benda tajam, tusuk jarimu sampai berdarah. Oleskan minimal setetes ke lilin kelima, sambil mengucapkan, “The flame is my beacon, the blood is my sacrifice.” Nyalakan lilin kelima.
  • Setelah ini, jika ritual berhasil, ‘The Raven Man’ akan muncul di dalam lingkaran lilin. Kadang kamu bisa melihatnya kalau beruntung, namun kalau tidak pun, kamu akan merasakan kehadirannya.
  • Kamu bisa menanyakan satu saja pertanyaan ATAU permintaan. Namun ingat, tetaplah bersikap sopan apapun yang kamu tanya atau minta, dan jangan meminta sesuatu yang nggak masuk akal kayak pingin bisa terbang.
  • Jika sudah, kamu harus berterimakasih kepada ‘Raven Man’ karena sudah berkenan datang dan menjawab pertanyaanmu atau mengabulkan permintaanmu. JANGAN SAMPAI LUPA BERTERIMAKASIH KEPADA ‘RAVEN MAN’!
  • Matikan lilin satu per satu, namun jangan dengan cara ditiup. Kalo kepepet, gunakan genggaman tanganmu untuk mematikan apinya. Sambil mematikan setiap lilin, ucapkan, “I release you now, Raven Man” sebanyak total lima kali.
  • Bersihkan garam, tapi jangan dibuang. Taruh di depan pintu gerbang rumah atau halamanmu.
  • Kenakan atau taruh benda kesayanganmu dekat-dekat sampai beberapa minggu setelah ritual ini berakhir. JANGAN PERNAH PERGI KE MANA PUN TERMASUK MANDI TANPA BENDA KESAYANGANMU! ‘The Raven Man’ bisa saja kembali dan kali ini dia yang akan memintamu melakukan sesuatu untuknya… dan kamu tak akan menolak apapun yang dia minta.

Para pemberani yang penasaran masih ada lagi nggak sih ritual-ritual serem kayak begini? Klik link ini untuk mengecek arsip kami, dan selamat mimpi buruk!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *